Selamat Datang ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  Bantuan ?
NEWS : || SMS : 0815 7449 7994 | Email : sofyantv@gmail.com

HL

HL
NEWS : || SELAMAT DATANG | |KABUPATEN BEKASI JUARA UMUM PORDA JABAR XII 2014 |DOUBLE TRACK STASIUN CIKARANG MULAI DI KERJAKAN |JALAN NEGARA YOS SUDARSO KALI ULU CIKARANG UTARA RUSAK DAN BERLUBANG | DISINYALIR ADA OKNUM YANG JUAL BELIKAN LISTRIK CURIAN KEPADA RATUSAN PEDAGANG SAYURAN MALAM DI PERTIGAAN SGC |JELANG TAHUN BARU, TEMPAT PENGINAPAN DI PUNCAK MULAI DI BANYAK DI BOKING |TUKAR GULING TERMINAL CIKARANG DENGAN SGC PENUH PENYIMPANGAN |BANYAK JUAL BELI PROYEK APBD DI KABUPATEN BEKASI RESAHKAN KONTRAKTOR BARU | |WARGA CIKARANG INGIN PUNYA ALUN-ALUN KOTA |PEMBANGUNAN ISLAMIC CENTER SARAT DENGAN KORUPSI

PERMAINAN UJUNGAN YANG KINI PUNAH

Written By Red PBT on 23/09/10 | 14.05

Mengalun suara sampyong dan totok, pada zaman Belanda dan Tuan Tanah dahulu, suara sampyong dan totok sempat besar pengaruhnya dan aya tariknya, sampai-sampai bisa terjadi berhentinya kegiatan lain., tertarik kepada semua irama ujungan, agaknya lebih penting dan berharga ujungan dari hal-hal lainnya. Orang-orang para peminat dan penggemar ujungan berdatangan, berkumpul membentuk lingkaran, berdatangan dari banyak kampong dan dari daerah jauh.

 

Permainan bertempat ditengah-tengah sawah dan letaknya jauh dari kampung, diwaktu malam dibawah sinar bulan kadang-kadang dibawah sinar bulan remang-remang, tanpa lampu minyak atau listrik. Suara sampyong dan totok terus mengalun, ermuncullah penari-penari (uncul) diarena, sesuai dengan irama mencari tandingan (lawan). Kemudian tinggal satu orang lagi yang menari-nari, yang lainnya kembali kerombongannya masing-masing, menari terus menari.

 

Beboto yang dipilih oleh kelompok-kelompok yang hadir itu melempar dua batang rotan ketengah-tenga dua orang peminat untuk bertanding maka rotan tersebut diambil oleh mereka berdua. Hadirnya dua orang tersebut itu masing-masing berminat untuk bertanding, maka rotan tersebut tetap ditangan masing-masing.

 

Kemudian dua orang tersebut membawa rotannya masing-masing kekelompoknya. Diwaktu inilah terbuka kesempatan bahwa rotan itu diolah diisi dengan magis yang ada padanya masing-masing dibalur dengan ubur-ubur laut, air keras dan lain sebagainya. Kira-kira satu menit kemudian, beboto memanggil dua orang pemain itu untuk mulai bertanding. Bangkitlah kedua pemain dengan membawa rotan masing-masing.

 

Sebelum bertanding oleh dua orang beboto dipegang rotannya diangkat (diacungkan: bahasa Bekasi) agak keatas dan disatukan ujung rotan tersebut, pertanda pertandingan akan dimulai. Beboto memberikan komando dengan angka, satu,…dua,…tiga,.

 

("Dikutip dari Buku Sejarah dan Budaya Kota Bekasi"Diterbitkan Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kota Bekasi karya Andi Sopandi, M.Si./Dosen Fisip Unisma dan berbagai sumber)

0 komentar:

Posting Komentar

SILAHKAN MASUKAN KOMENTAR, SARAN DAN KRITIK ANDA. TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASINYA.